Banyak kota–kota didunia dilanda oleh permasalahan lingkungan,paling tidak adalah semakin memburuknya kualitas udara.terpapar oleh polusi udara saat ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kota-kota seluruh dunia.Informasi yang ada menunjukkan bahwa pedoman kualitas udara dari WHO secara teratur telah disebar diberbagai kota, bahkan di beberapa tempat tersebar luas. Angka yang didapat dari kota-kota yang sedang berkembang dan umumnya banyak diantara mereka tidak ada ukuran pengontrol polusi, kemungkinan akan terjadi pencemaran bagi buruh,dan kualitas hidup sebagian besar penduduk kota akan semakin memburuk. Walaupun beberapa kemajuan talah dicapai dalam pengendalian polusi udara dinegara-negara Industri lebih dari dua dekade terakhir ini, Kualitas udara terutama sekali dikota-kota besar negara sedang berkembang lebih buruk.
Sejak tahun 1974, World Health Organization (=WHO)telah bekerja sama dengan Global Environment Monitoring System (=GEMS) bagian udara yang mengoperasikan jaringan pengontrol udara diperkotaan. GEMS menjalankan jaringannya keseluruh dunia untuk mengontrol kualitas udara dan air, dibantu oleh WHO dan United Nation Environment Programme (=UNEP).
Baru-baru ini komisi kesehatan dan lingkungan WHO yang telah merampungkan tugasnya, mengidentifikasi polusi udara diperkotaan sebagai masalah pokok kesehatan lingkungan yang patut mendapatkan prioritas utama untuk diatasi. Dua hal yang sangat mempengaruhi panyebaran dan transportasi dari zat-zat pencemar udara, yakni iklim dan cuaca, serta letak topografi daerah yang dikaitkan dengan penyebaran penduduk.
Iklim–iklim dikota besar berbeda dengan benua yang lebih dingin dan lembab (seperti di Beijing yang sangat dingin), dibandingkan dengan daerah yang di Gurun (Kairo) atau tropical dengan temperatur sedang dan kelembaban tinggi (Bangkok). Akibat beratnya musim dingin, dapat menentukan jumlah pemanasan yang dibutuhkan penduduk sehingga meningkatkan emisi-emisi polutan, seperti SO2 diwaktu musim dingin. Pada kota–kota dengan temperatur sedang, beban polusi cenderung disebarkan secara merata sepanjang tahun. Thermal inversion (=pembalikan suhu) merupakan masalah khusus bagi kotakota dengan iklim panas dan dingin. Dalam keadaan penyebaran normal, gas-gas pencemar yang panas akan timbul disaat mereka datang dan kontak dengan masa udara yang dingin, pada ketinggian yang lebih tinggi.
Bagaimanapun lingkaran–lingkaran tertentu, suhu udara lebih meningkat jauh dan membentuk suatu lapisan inversi beberapa puluh atau ratus meter diatas tanah. Lapisan ini akan merangkap polutan–polutan yang dekat sumber-sumber emisi dan berperan sebagai pelindung panas, memperlambat penyebarannya. Kondisi-kondisi seperti ini akan menjadi permasalahan jika kecepatan angin rendah. Keadaan isotermal adalah suatu keadaan yang dijumpai bila tidak ada perubahan dalam temperatur didaerah ketinggian, sehingga mempunyai pengaruh yang sama.
Fenomena iklim dan cuaca lain yang sangat mempengaruhi kualitas udara adalah heat urban island yaitu panas yang dihasilkan oleh sebuah kota mengakibatkan meningkatnya suhu udara, sehingga terjadi penarikan suhu lebih dingin kedalam dan kemungkinan udaranya lebih tercemar dari daerah-daerah industri sekitarnya. Sebaiknya pada kota-kota yang bersuhu lebih tinggi, yang terkena sinar matahari dengan kepadatan lalu lintas yang tinggi, cenderung mudah terbentuknya jaringan ozon dan fotokimia oksidan lain dari emisi-emisi polutan .
Letak tofografi kota-kota besar juga dapat mempengaruhi sifat penyebaran dan transportasi zat-zat polutan,contohnya sbb :
Polusi udara di kota Beijing
1. Beijing, Kairo, New Delhi dan Moskow mempunyai tingkat tofografi relatif dan iklimnya tak dipengaruhi oleh molekul air .
2. Bangkok, bombay, Buenos aires, Calcutta, Jakarta, Karachi, London, Manila, New York, Shanghai dan Tokyo mempunyai tingkat tofografi yang relatif dan iklimnya
dipengaruhi oleh molekul air.
3. Los Angeles, Mexico city, Rio de janeiro, Sao paolo dan Seoul mempunyai tofografi beraneka ragam dan suhunya dipengaruhi oleh pegunungan disekitarnya.
Keberadaan yang jelas dari suatu badan air/molekul dapat mempengaruhi iklim mikro dan arah angin pantai siang dan malam hari. Bukit-bukit yang mengitari kota-kota sering berfungsi sebagai penghalang hembusan angin, perangkap polusi yang dekat kekota. Pada kota-kota yang dikitari oleh pegungungan tinggi, seperti Los Angeles dan Mexico City, zat-zat polutan mungkin akan terperangkap dalam udara selama beberapa hari. Daerah pegunungan juga berfungsi sebagai
penghambat transportasi polusi udara di kota-kota besar. Pada kota-kota dengan bangunan berstruktur tinggi penyebaran emisi polutan akibat angin besar lebih rendah (The Canyon Effect), karena terhalang oleh bangunan.
Written by Beti Adini Wulandari0
komentarPosted in:
Persyaratan Kualitas Air
Parameter Kualitas Air yang digunakan untuk kebutuhan manusia haruslah air yang tidak tercemar atau memenuhi persyaratan fisika, kimia, dan biologis.
Persyaratan Fisika Air
Air yang berkualitas harus memenuhi persyaratan fisika sebagai berikut:
1.Jernih atau tidak keruh
Air yang keruh disebabkan oleh adanya butiran-butiran koloid dari tanah liat. Semakin banyak kandungan koloid maka air semakin keruh.
2. Tidak berwarna
Air untuk keperluan rumah tangga harus jernih. Air yang berwarna berarti mengandung bahan-bahan lain yang berbahaya bagi kesehatan.
3. Rasanya tawar
Secara fisika, air bisa dirasakan oleh lidah. Air yang terasa asam, manis, pahit atau asin menunjukan air tersebut tidak baik. Rasa asin disebabkan adanya garam-garam tertentu yang larut dalam air, sedangkan rasa asam diakibatkan adanya asam organik maupun asam anorganik.
4. Tidak berbau
Air yang baik memiliki ciri tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari dekat. Air yang berbau busuk mengandung bahan organik yang sedang mengalami dekomposisi (penguraian) oleh mikroorganisme air.
5. Temperaturnya normal
Suhu air sebaiknya sejuk atau tidak panas terutama agar tidak terjadi pelarutan zat kimia yang ada pada saluran/pipa, yang dapat membahayakan kesehatan dan menghambat pertumbuhan mikro organisme.
6. Tidak mengandung zat padatan
Air minum mengandung zat padatan yang terapung di dalam air.
Persyaratan Kimia
Kandungan zat atau mineral yang bermanfaat dan tidak mengandung zat beracun.
1) pH (derajat keasaman)
Penting dalam proses penjernihan air karena keasaman air pada umumnya disebabkan gas Oksida yang larut dalam air terutama karbondioksida. Pengaruh yang menyangkut aspek kesehatan dari pada penyimpangan standar kualitas air minum dalam hal pH yang lebih kecil 6,5 dan lebih besar dari 9,2 akan tetapi dapat menyebabkan beberapa senyawa kimia berubah menjadi racun yang sangat mengganggu kesehatan.
2) Kesadahan
Kesadahan ada dua macam yaitu kesadahan sementara dan kesadahanvnonkarbonat (permanen). Kesadahan sementara akibat keberadaan Kalsium dan Magnesium bikarbonat yang dihilangkan dengan memanaskan air hingga mendidih atau menambahkan kapur dalam air. Kesadahan nonkarbonat (permanen) disebabkan oleh sulfat dan karbonat, Chlorida dan Nitrat dari Magnesium dan Kalsium disamping Besi dan Alumunium. Konsentrasi kalsium dalam air minum yang lebih rendah dari 75 mg/l dapat menyebabkan penyakit tulang rapuh, sedangkan konsentrasi yang lebih tinggi dari 200 mg/l dapat menyebabkan korosifitas pada pipa-pipa air. Dalam jumlah yang lebih kecil magnesium dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan tulang, akan tetapi dalam jumlah yang lebih besar 150 mg/l dapat menyebabkan rasa mual.
3) Besi
Air yang mengandung banyak besi akan berwarna kuning dan menyebabkan
rasa logam besi dalam air, serta menimbulkan korosi pada bahan yang terbuat dari metal. Besi merupakan salah satu unsur yang merupakan hasil pelapukan batuan induk yang banyak ditemukan diperairan umum. Batas maksimal yang terkandung didalam air adalah 1,0 mg/l
4) Aluminium
Batas maksimal yang terkandung didalam air menurut Peraturan Menteri Kesehatan No 82 / 2001 yaitu 0,2 mg/l. Air yang mengandung banyak aluminium menyebabkan rasa yang tidak enak apabila dikonsumsi.
5) Zat organik
Larutan zat organik yang bersifat kompleks ini dapat berupa unsur hara makanan maupun sumber energi lainnya bagi flora dan fauna yang hidup di perairan
6) Sulfat
Kandungan sulfat yang berlebihan dalam air dapat mengakibatkan kerak air yang keras pada alat merebus air (panci / ketel)selain mengakibatkan bau dan korosi pada pipa. Sering dihubungkan dengan penanganan dan pengolahan air bekas.
7) Nitrat dan nitrit
Pencemaran air dari nitrat dan nitrit bersumber dari tanah dan tanaman. Nitrat dapat terjadi baik dari NO2 atmosfer maupun dari pupuk-pupuk yang digunakan dan dari oksidasi NO2 oleh bakteri dari kelompok Nitrobacter. Jumlah Nitrat yang lebih besar dalam usus cenderung untuk berubah menjadi Nitrit yang dapat bereaksi langsung dengan hemoglobine dalam daerah membentuk methaemoglobine yang dapat menghalang perjalanan oksigen didalam tubuh.
8) Klorida
Dalam konsentrasi yang layak, tidak berbahaya bagi manusia. Chlorida dalam jumlah kecil dibutuhkan untuk desinfektan namun apabila berlebihan dan berinteraksi dengan ion Na+ dapat menyebabkan rasa asin dan korosi pada pipa air.
9) Zink atau Zn
Batas maksimal Zink yang terkandung dalam air adalah 15 mg/l. penyimpangan terhadap standar kualitas ini menimbulkan rasa pahit, sepet, dan rasa mual. Dalam jumlah kecil, Zink merupakan unsur yang penting untuk metabolisme, karena kekurangan Zink dapat menyebabkan hambatan pada pertumbuhan anak.
Persyratan mikrobiologis
Persyaratan mikrobiologis yangn harus dipenuhi oleh air adalah sebagai berikut:
Tidak mengandung bakteri patogen, missalnya: bakteri golongan coli; Salmonella typhi, Vibrio cholera dan lain-lain. Kuman-kuman ini mudah tersebar melalui air.
Tidak mengandung bakteri non patogen seperti: Actinomycetes, Phytoplankton colifprm, Cladocera dan lain-lain. (Sujudi,1995)
a.COD (Chemical Oxygen Demand)
COD yaitu suatu uji yang menentukan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bahan oksidan misalnya kalium dikromat untuk mengoksidasi bahan-bahan organik yang terdapat dalam air (Nurdijanto, 2000 : 15). Kandungan COD dalam air bersih berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82 / 2001 mengenai baku mutu air minum golongan B maksimum yang dianjurkan adalah 12 mg/l. apabila nilai COD melebihi batas dianjurkan, maka kualitas air tersebut buruk.
b.BOD (Biochemical Oxygen Demand)
Adalah jumlah zat terlarut yang dibutuhkan oleh organisme hidup untuk memecah bahan – bahan buangan didalam air (Nurdijanto, 2000 : 15). Nilai BOD tidak menunjukkan jumlah bahan organik yang sebenarnya tetepi hanya mengukur secara relatif jumlah oksigen yang dibutuhkan. Penggunaan oksigen yang rendah menunjukkan kemungkinan air jernih, mikroorganisme tidak tertarik menggunakan bahan organik makin rendah BOD maka kualitas air minum tersebut semakin baik. Kandungan BOD dalam air bersih menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82 / 2001 mengenai baku mutu air dan air minum golongan B maksimum yang dianjurkan adalah 6 mg/l.
I think it is not necessary to define again “soil pollution” term, because I already did this in an older post. So, we will go straight to the point!
Soil can be polluted:
A)directly;
Soil can be polluted directly bythrowing waste into urban or rural areas, or disposal ofpesticides and fertilizerson agricultural land.
B)indirectly;
Soil can be polluted indirectly bywater infiltration(in the soil), water contaminated with toxic substances released into the atmosphere
When soil pollution is caused bytoxic substances in the atmospherewe can talk about some particularities. Generally, the mostpolluted soilsare near topollution sources(and here I refer to large factories). But the level ofsoil contaminationdepends also onrainfall regime. When rains are very frequent, the atmosphere is cleaned (water absorbspollutants from the atmosphereand is absorbed on earth’s surface). So, rains can lead tosoil pollutionto considerable depths.
From another point of viewsoil pollutiondepends on theground vegetationand even on thesoil structure. Economic interests andenvironmental protectionrequires that bothfertilizers and pesticidesto remain asfirmly fixed in the soil, but today, in many cases some of them are taken by the wind, another are washed by rain, and the rest decays over time due to oxidation in air or the actionof enzymes secreted by soilbacteria.
Pernah dengar dua kata di atas. Pasti pernahkan? Ya kedua kata di atas merupakan kata-kata yang menggambarkan perusakan lingkungan. Polusi adalah pencemaran. Biasanya kita mengasosiasikan polusi ini dengan polusi udara, padahal yang namanya polusi itu segala sesuatu pencemaran mulai dari air, udara, sampai polusi tanah. Semuanya tentunya sangat berbahaya bagi lingkungan dan merugikan kehidupan manusia.
Polusi udara rata-rata dihasilkan dari gas buang kendaraan bermotor atau asap-asap pabrik. Dengan adanya asap-asap itu, udara menjadi kotor dan kita yang menghirupnya juga akan merasa sesak. Bahkan jika kita mencemarkan udara dengan za-zat tertentu, udara bisa menjadi beracun lho. Kita lihat pada saat bom Hiroshima dan Nagasaki. Bebarapa saat setelah bom atom tersebut meledak, pasti kita tahu kan ada awan jamur besar yang membumbung tinggi ke angkasa. Nah awan jamur tersebut membawa partikel-partikel debu radioaktif yang sangat berbahaya. Beberapa hari kemudian setelah awan jamur itu hilang, turun hujan yang berwarna hitam dan airnya kental. Air itu sangat beracun lho. Tetapi warga Hiroshima dan Nagasaki terpaksa meminumnya dan dapat ditebak mereka mengalami keracunan.
Itulah bahaya dari polusi yang tidak kita sadari. Sementara itu, kita tetap saja mengeluarkan limbah-limbah yang dapat menyebabkanpolusi. Jadi dapat dikatakan jika kita terus mengeluarkan limbah, maka polusi tidak akan terhindarkan. Untuk itu kita harus pintar-pintar mengolah limbah yang ada dan berusaha sekuat tenaga untuk memulihkan SDA yang telah terkena polusi. Sebenarnya banyak cara untuk membersihkan SDA yang terkena polusi.
Untuk memulihkan tanah yang sudah tercemar, kita dapat melakukan konservasi tanah. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan penghijauan. Tumbuhan dapat membantu menyuburkan tanah dan dapat menyerap beberapa zat-zat kimia dari dalam tanah. Untuk air, kita dapat melakukan penyaringan air dengan teknologi canggih atau teknologi sederhana. Untuk teknologi canggih, sepertinya bagi kita masyarakat biasa sulit melakukannya karena mahal. Jadi sebaiknya kita melakukan penyaringan air dengan teknologi sederhana. Caranya adalah dengan menumpuk lapisan-lapisan pasir, batu kerikil, dan tanah di sebuah drum. Lalu air yang kotor dimasukkan dan jika air telah mengalir dibagian bawah drum, air akan menjadi bersih. Lapisan-lapisan tadi telah menyaring kotoran-kotoran pada air sehingga air bisa bersih kembali.
Untuk itu kita semua harus ikut serta dalam perjuangan melawan limbah dan polusi untuk kehidupan yang lebih baik. Kita harus menemukan teknologi-teknologi lain yang dapat digunakan untuk mengurangi polusi di lingkungan kita.
Tekanan magma dari perut Gunung Merapi, membuat asap solfatara dari puncak gunung di perbatasan Jateng/DIY mengalami peningkatan. Turunnya asap tebal warna putih di pagi hari, membuat suhu udara di sekitar gurung yang kini berstatus aktif normal, terasa panas. “Pagi hari, asap solfatara yang keluar merambat turun menelusuri lereng gunung, merupakan pemandangan menarik. Apalagi sejak dua hari ini cuaca cerah, membuat asap yang keluar karena tekanan angin,” kata Pengamat Gunung Merapi di Pos Ngepos, Srumbung, Magelang, Repiyo, kemarin.
Menurutnya, turunnya asap solfatara yang keluar dari puncak Merapi, menyebabkan suhu udara terasa panas dan kering, terutama udara di wilayah Kabupaten Magelang. Ini disebabkan karena angin di atas puncak Merapi sangat kencang, dan membuat asap yang disertai awan turun mengikuti arah angin.
Seperti apakah asap solfatara itu???
Solfatara adalah fumarol yang mengeluarkan gas-gasoksidabelerang (seperti SO2 dan SO3), selain karbon dioksida (CO2)dan uap air (H2O). Solfatara mudah dikenali karena udara sekitarnya berbau busuk seperti kentut, sebagai bau khas gas-gas oksida belerang. Dalam konsentrasi tinggi, gas emisi ini juga berbahaya bagi hewan dan manusia.
Sedangkan, Fumarol (Latinfumus, asap) adalah lubang di dalam kerak bumi (maupun objek astronomi yang lain), yang sering terdapat di sekitar gunung berapi, yang mengeluarkan uap dan gas seperti karbon dioksida, sulfur dioksida, asam hidroklorik, dan hidrogen sulfida. Nama solfatara, yang berasal dari kata solfo dari bahasa Italia, sulfur (melalui dialekSisilia) diberikan pada fumarol yang mengeluarkan gas sulfur.
Fumarol bisa terdapat di sepanjang retakan kecil maupun rekahan yang panjang, dalam medan atau klaster yang kacau balau, dan di permukaan aliran lava serta endapan aliran piroklastik yang tebal. Lapangan fumarol merupakan suatu wilayah mata air panas dan semburan gas dimana magma atau batuan beku yang panas di kedalaman yang dangkal atau air tanah. Dari perspektifnya air tanah, fumarol bisa dideskripsikan sebagai mata air panas yang membuat air mendidih sebelum air mencapai permukaan tanah.
Aliran piroklastik ini merupakan campuran dari fragmen solid hingga semisolid yang panas. Gas tersebut akan menuruni lereng bangunan vulkanik. Piroklastik merupakan emulsi yang lebih berat dari udara dan bergerak seperti salju. Bedanya, fenomena vulkanik ini mengandung materi panas, gas beracun dengan kecepatan badai sekitar 100 kilometer per jam. Piroklastik juga fenomena paling mematikan dari semua unsur vulkanik lainnya.
Kebanyakan, aliran piroklastik atau wedhus gembel ini terdiri dari dua bagian yaitu aliran basal yang merupakan fragmen kasar dan bergerak di stagnan serta awan abu turbulen yang muncul di aliran basal tersebut. Abu mungkin jatuh dari awan ini di arah angin ke wilayah aliran piroklastik.
Suhu ekstrim batu dan gas di dalam aliran piroklastik umumnya antara 200 derajat Celcius hingga 700 derajat Celcius.Ini dapat menyebabkan terbakarnya beberapa materi terutama produk minyak bumi, kayu, vegetasi, hingga rumah.
Arus piroklastik bervariasi dalam ukuran dan kecepatan. Tapi, arus yang bergerak kurang dari 5 km dari gunung berapi dapat menghancurkan bangunan, hutan, dan lahan pertanian. Dan di pinggir aliran piroklastik, bisa menyebabkan kematian dan cedera serius pada masyarakat dan hewan. Selain itu juga dapat mengakibatkan luka bakar serta keracunan saat menghirup abu panas dan gas.
Aliran piroklastik umumnya mengikuti lembah-lembah atau daerah dataran rendah lain. Ini tergantung pada volume puing batu yang dibawa oleh arus.Dampak piroklastik atau wedhus gembel di antaranya dapat membendung atau menghalangi aliran sungai.
Ini dapat menyebabkan penyumbatan dan campuran fragmen batu yang muncul di hilir. Selain itu, meningkatkan kikisan aliran dan erosi selama badai hujan di masa depan.Aliran piroklastik sempat muncul di Gunung Mayon, Filipina pada 1968, Gunung Kelut di Jawa tahun 1983, Gunung Pinatubo, Filipina pada 1993 dan Gunung Unzen di Jepang. Di abad ini, sekitar 30 ribu orang telah meninggal akibat aliran piroklastik.
Salah satu aktivitas fumarol yang terkenal adalah Lembah Ten Thousan Smokes, yang terbentuk selama meletusnya gunung Novarupta di Alaska pada 1912. Fumarol bisa bertahan selama beberapa dekade atau abad jika berada di atas sebuah sumber panas yang persisten, atau hilang dalam berminggu-minggu atau berbulan-bulan jika berada di puncak sebuah endapan volkanik yang masih baru dan cepat dingin.
Nama Solfatara berasal dari bahasa Latin "Sulpha terra", yang artinya "daratan belerang", atau "bumi belerang". Nama "Solfatara" diambil dari nama tempat bernama sama di Gunung Pozzoli, Italia. Keberadaan aktivitas gunung berapi telah memungkinkan Pozzuoli menjadi daerah termal penting sejak zaman kuno. Di sana pengunjung masih bisa melihat asap mengepul dari tanah dan hidrogen sulfida bau.
Saat ni gunung merapi yang terletak di jogja kembali meletus dan mengeluarkan abu vulkanik,tidak hanya masyarakat yang tinggal di daerah jogja dan sekitarnya saja yang merasakan namun abu vulkanik tersebut sampai di daerah bandung dan ciamis disana terjadi hujan abu walaupun tidak selebat yang terjadi di jogja,namun ada beberapa daerah disekitar jogja dan jateng yang tidak terkena hujan abu walaupun di daerah sekitarnya terkena kenapa demikian???
Dengan pengetahuan saya miliki yang saya baca dari berbagai sumber saya berusaha menjelaskan tentang abu vulkanik akibat dari erupsi gunung merapai
Apakah abu vulkanik itu????
Abu vulkanik terbentuk selama terjadinya letusan gunung berapi letusan ini terjadi ketika gas gas yang dilarutkan dalam batuan memperbesar tekananya dan naik keatas sehingga bercampur dengan udara,selain itu ketik air yang ada didalam perut gunung dipanaskan dengan suhu tinggi akan menghasilkan tekanan yang besar dan dapat menghancurkan batuan padat gas yang bercampur dengan udara kemudian membeku dan membentuk batu vulkanik dan kaca apabila tertiup oleh angin maka partikel ini akan berpindah hingga ribuan kilometer
potongan batuan vulkanik dan kaca memiliki ukuran sangat kecil,abu vulkanik berbeda dengan abu yang dihasilkan pada proses pembakaran kayu atau kertas karena abu vulkanik tidak larut dalam air dan bentuknya kasar selain itu abu vulkanik dapat menimbulkan korosif pada bahan dan dapat mengalirkan listrik apabila dalam kondisi basah
ukuran butir butir dari abu vulkanik yang berasal dari letusan gunung berapi sangan bervariasi dan berbeda beda batu yag berasal dari letusan gunung merapi akan jatuh ketanah dengan jarak yang deket dengan sumber letusan namun untuk partikel partikel yang ukuranya kecil akan tertiup oleh angin karena ukuranya sangat kecil dan ringan ukuran partikel partikel tersebut sebesar 2mm atau0,001 milimeter (1 / 25, 000 inci) bahkan lebih kecil lagi dan akan terbawa oleh angin dengan jarak beberapa kilo meter dari sumber letusan
Bahaya abu vulkanik terhadap lingkungan
Abu vulkanik yang mengandung butiran kaca dan memiliki sifat korosif dapat merusak kondisi lingkungan yang terkena seperti pohon pohon kanjadi kering dan dapat merusak peralatan yang terbuat dari besi karena dapat membuat besi menjadi karat,selain itu ketika abu vulkanik semakin tebal dan jumlahnya banyak maka akan mengganggu jarak pandang untuk kendaraan selain itu karena sifat abu ini tidak larut dalam air maka apa bila jatuh kesungai abu ini akan mengendap sehingga sungai ini tercemar dan membahayakan bagi kehidupan manusia
Bahaya abu vulkanuk untuk kesehatan
Selain berbahaya untuk kesehatan abu vulkanik yang bentuknya kecil dan terdiri dari lapaisan kaca juga dapat berbaha untuk kesehatan diantanya dapat mengganggu pernapasan karena udara yang dihirup masuk kedalam hidung dan mengendap di dalam paru-paru,dan dapat mengakibatkan penyaki ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) yang kedua bahaya abu juga dapat membahayakan mata dan merusak penglihatan yang ketiga abu vulkanik dapat menimbulkan alergi pada kulit,untuk menghindari bahaya tersebut maka diusahakan ketika keluar dari rumah menggunakan masker,kaca mata serta baju lengan panjang untuk melindungi tubuh dari bahaya abu vulaknik
Kerugian abu vulkanik pada sector ekonomi dan transportasi
Semenjak meletusnya gunung merapi banyak dampak kerugian yang dirasakan oleh masyarak yang tinggal di sekitar gunung merapi atau yang tinggal jauh dari gunung merapai untuk yang berdomisili didekat gunung merapi harta benda serta rumah meraka menjadi hancur akibat serangan awan panas yang memiliki suhu yang tinggi rumah mereka dengan cepat terbakar dan roboh selain itu mereka juga kehilangan mata pencharian untuk membantu perekonomian,banyaknya lahan perkebunan dan pertanian yang rusak akibat awan panas ini mengakibatkan mereka kehilangan usaha yang setiap harinya meraka makan dari usaha tersebut,selain itu banyak hewan-hewan ternak yang meninggal akibat serangan awan panas ini
Untuk masyarakat yang jauh dari gunung merpai juga terkena abu vulkanik yang terbawa oleh angina sehingga dapat menggangu perjalanan untuk pergi ke kantor,pedagang kaki lima dan took-toko semuanya tutup karena dagangan mereka terkana abu,pada bidang transportasi mengakibatkan penundaan penerbangan di karenakan jarak pandang yang kurang memungkinkan karena tertutup debu.
Semoga tulisan ini bermanfaat untuk pembaca dan semoga saudara kita yang tertimpa bencana diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadpi bencana ini karena dibalik cobaan ada hikmah yang tersimpan semoga allah menggantinya dengan yang lebih baik.
Jakarta - Gunung Merapi memiliki kecenderungan membentuk kubah lava setelah bererupsi. Hal itu bisa dilihat dari letusan Merapi apda 2006 yang meninggalkan kubah lava baru. Namun
pada letusan 2010 ini, terlihat perubahan tipe letusan.
Vulkanolog Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta Dr Eko Teguh
Sampurno, menjelaskan, kandungan gas dalam magma Merapi yang banyak membuat tipe letusannya menjadi berubah.
Berikut ini wawancara detikcom dengan penulis desertasi Karakter Lahar Gunung Api
Merapi sebagai Respons Perbedaan Jenis Erupsi Sejak Holosen ini, Jumat (5/11/2010).
Letusan Merapi kali ini bertipe vulkanian karena letusan berikutnya jauh lebih dahsyat?
Memang ada perubahan tipe letusan. Karena ada energi yang cukup maka bisa membersihkan kubah lava. Tidak hanya menyusupkan magma, tapi melontarkan. Ini karena energinya yang terakumulasi. Perubahan tipenya karena dinamika magma yang mengandung semakin banyak gas.
Tipe letusan Merapi memang dalam sejarahnya ada perubahan mengalirkan lava, membentuk kubah, erupsi letusan. Dan memang ada siklusnya. Jadi sekian tahun kubah, sekian tahun eksplosif, sekian tahun berubah lagi. Ini siklus gunung strato (tinggi dan mengerucut yang terdiri atas lava dan abu vulkanik yang mengeras).
Pada suatu gunung ada siklus pertumbuhan gunung api. Ada periode yang erupsinya banyak lava mengalir, bentuk kubah, dan sebagainya. Sifatnya bisa saja berubah-ubah, namun tidak berarti sangat cepat. Tipe strato, seperti kebanyakan gunung di Indonesia memang begitu.
Mengapa letusannya kali ini eksplosif vertikal?
Ini karena kekentalan lava dan energi yang terkandung. Tekanan gas yang sangat kuat membuat semburannya vertikal, semua ke atas. Seperti botol yang punya satu lubang ke atas. Tapi saya lihat ini ada bukaan di selatan. Jadi selain vertikal ada hembusan yang ke selatan.
Kegempaan yang terjadi, seperti tremor dan gempa vulkanik di sekitar Merapi merupakan tanda ada energi dari magma yang akan menuju kawah di puncaknya.
Tipe letusan gunung mengikuti sejarahnya. Adakah sejarah letusan Merapi yang katastrofik?
Memang pernah terjadi letusan besar, hanya saja bukan dalam sejarah modern. Letusan katrastofik itu artinya menghancurkan tubuhnya, seperti Gunung Krakatau. Nah, Merapi ini tidak pernah menghancurkan tubuhnya sendiri.
Yang pernah terjadi adalah erupsi sampai sebagian tubuhnya sliding, geser atau longsor. Merapi itu ada Merapi tua (60.000-8000 tahun lalu), pertengahan (8.000-2.000 tahun lalu) dan baru (2.000 tahun lalu-sekarang). Merapi yang kita kenal sekarang ini adalah Merapi baru.
Berdasar level Volcanic Explosivity Index (VEI), apakah letusan Merapi kali ini termasuk katastrofik?
Kalau materialnya jumlahnya 60 juta meter kubik. Artinya itu 0,06-0,1 km kubik, dan indeks erupsi level 4. Skala itu belum katastrofik. Kalau sudah mencapai level 6 atau 7 itu baru katastrofik. Merapi ini biasanya di VEI 2 atau 3. Saat ini sudah yang termasuk tingginya versi Merapi.
Gunung yang pernah VEI level 6 itu adalah Krakatau yang meletus pada 1883 dengan mengeluarkan 18 km kubik magma. Sedangkan yang VEI 7 adalah letusan Tambora pada 1815.
Gunung yang sering meletus akan memiliki skala VEI rendah dan sebaliknya gunung yang jarang meletus memiliki skala VEI tinggi.
Letusan besar kali ini karena bagian dari siklus letusan besar Merapi?
Sebenarnya Merapi itu memang cukup sering meletus. Saya rasa ini siklus 100 tahunan yang menyimpang atau lebih cepat 20 tahun. Karena pada tahun 1930 ada letusan Merapi yang besar.
Ada akumulasi gas di tubuh Merapi sehingga volume magma menjadi lebih besar. Karena itu energinya juga banyak.
Keasaman magma berbanding lurus dengan kekentalannya. Semakin asam magma, maka semakin kuat kemampuannya menahan gas. Semakin dalam waduk magma maka semakin besar erupsinya. Merapi ini masih untung karena kantong magmanya tidak terlalu dalam, kedalamannya sekitar 2,5 km dari puncak.
Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan material yang dikeluarkan Merapi mencapai hampir 100 juta meter kubik. Ini ancaman lahar dingin?
Material didistribusikan relatif merata. Kalau ada hujan, maka akan menjadi material lahar. Akan mengalir ke semua kali yang berhulu di Merapi, dan kalau banyak akan mengalir juga hingga Kali Code di Yogyakarta. Yang jelas, di mana ada Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terisi hasil erupsi maka akan ada lahar. Endapan lahar akan memenuhi sungai.